Wujudkan Nagari Pangan Aman, BBPOM di Padang Latih Kader Kabupaten Padang Pariaman

07-05-2026 Padang Dilihat 68 kali

Sebagai tindak lanjut Program Prioritas Nasional Desa/Nagari Pangan Aman, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang menyelenggarakan Pelatihan Kader Keamanan Pangan bagi Nagari intervensi di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Makan Sambalado, Kota Pariaman ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, perangkat kecamatan, perangkat nagari, pendamping desa, serta kader keamanan pangan dari Nagari Toboh Gadang Barat dan Nagari Limau Puruik (6/5).

Pelatihan kader merupakan tahapan lanjutan setelah kegiatan advokasi yang bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan terkait keamanan pangan. Para kader dipersiapkan untuk menjadi agen edukasi sekaligus penggerak di lingkungan nagari dalam menerapkan prinsip keamanan pangan dan melakukan pengawasan terhadap praktik pangan di masyarakat.

Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Zairil, dalam sambutannya berharap kegiatan ini mampu mendorong pelaku usaha pangan di nagari untuk memperoleh izin edar PIRT sehingga produk lokal dapat memiliki daya saing lebih luas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Sementara itu, Kabid Keuangan, Deded Permana, menyampaikan bahwa nagari yang menjadi lokus intervensi diharapkan dapat menjadi percontohan Desa/Nagari Pangan Aman bagi wilayah lain di Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelum membuka pelatihan, PFM Ahli Muda BBPOM di Padang, Reni Sepriyanti, menegaskan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak edukasi keamanan pangan di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kader akan dibekali berbagai materi teknis agar mampu menyampaikan informasi keamanan pangan secara efektif kepada komunitasnya masing-masing.

Materi yang diberikan mencakup teknis pelaksanaan Desa Pangan Aman, prinsip keamanan pangan, lima kunci keamanan pangan keluarga, sekolah, ritel, dan pangan siap saji, serta materi terkait stunting, keracunan pangan, intoleransi dan alergi pangan, informasi nilai gizi, hingga penggunaan aplikasi keamanan pangan. Untuk mendukung kegiatan edukasi di lapangan, peserta juga menerima paket edukasi berupa rompi kader dan flipchart keamanan pangan. Kegiatan diawali dengan pre-test dan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung interaktif dan diikuti dengan antusias oleh para kader.

Melalui pelatihan ini, BBPOM di Padang berharap terbentuk sumber daya manusia yang mampu menjadi agen keamanan pangan di tingkat nagari. Selain meningkatkan kompetensi kader dalam bidang keamanan pangan, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemampuan komunikasi dan pengelolaan kegiatan masyarakat sehingga program Desa/Nagari Pangan Aman dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Balai Besar POM di Padang

Sarana