Limbanang, 50 Kota – Sebanyak 250 peserta mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang (BBPOM di Padang) yang digelar di Hall Badminton GG bersama Jorong Ekor Parit, Nagari Limbanang, Kabupaten 50 Kota. (Kamis/11/09). Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Plt. Kepala BBPOM di Padang yang diwakili oleh PFM Ahli Madya Ibu Linda Gusrini Fadri, S.Si., Apt., M.Farm, serta narasumber dari Kepala Balai BPOM Payakumbuh yang diwakili oleh Pelaksana Fungsi Manajemen Ahli Muda Ibu Hilda, S.Farm., A.Pt. Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten 50 Kota, Bapak Hendri, S.Ag dan Bapak Zulhikmi, M.MPd, serta unsur pemerintahan dan keamanan setempat.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BPOM RI, pembacaan ayat suci Alqur’an, serta doa bersama yang dipandu oleh MC Wedya, CMC, CPS. Sambutan dan arahan materi utama disampaikan secara daring oleh Ade Rizki Pratama, anggota Komisi IX DPR RI, yang sekaligus membuka acara dengan tema “Bersama BPOM RI, Usaha Mikro Kecil Menengah Naik Kelas.”
Ade Rizki Pratama menekankan pentingnya peran Komisi IX dalam bidang ketenagakerjaan dan kesehatan, serta strategi kebijakan untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat dan makanan. Ia menyoroti peran BPOM dalam mengawasi obat dan makanan serta membantu UMKM mendapatkan izin edar dan dapat naik kelas sehingga dipasarkan secara lokal, tetapi juga dapat menembus pasar ekspor. Sosialisasi keamanan obat dan makanan dianggap krusial agar masyarakat cerdas dalam memilih produk dan terhindar dari risiko kesehatan,
Sementara itu, BBPOM di Padang menyampaikan melalui, Ibu Linda Gusrini Fadri menjelaskan tugas dan fungsi BPOM serta sistem pengawasan yang dilakukan untuk memastikan obat dan makanan yang beredar aman dan bermutu. Ia juga mengajak pelaku UMKM di Nagari Limbanang untuk memanfaatkan pendampingan dari BPOM agar produk mereka dapat naik kelas dan memenuhi standar keamanan.
Pada kesempatan yang sama, Walinagari Limbanang, Bapak Yori Noviola, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan sosialisasi yang dilakukan oleh BBPOM Padang bersama DPR RI Komisi IX. Ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat dan mendukung UMKM setempat dalam meningkatkan kualitas produk mereka.
Materi utama tentang keamanan obat dan makanan disampaikan oleh Ibu Hilda dari BPOM Payakumbuh. Ia menjelaskan pentingnya pendaftaran produk di BPOM dengan nomor registrasi resmi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Hilda juga menguraikan bahan tambahan pangan yang diperbolehkan, standar produksi, serta tips aman dalam memilih produk obat tradisional, suplemen, dan kosmetik melalui metode cek kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan pertanyaan dari peserta terkait strategi pengawasan BPOM terhadap obat dan makanan, pengawasan air minum isi ulang, keamanan produk skin care bermasalah, serta sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan. Narasumber menjelaskan sistem pengawasan tiga pilar yang melibatkan pemerintah, industri, dan masyarakat, serta sanksi administratif dan pidana sesuai Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku UMKM di Nagari Limbanang akan pentingnya keamanan produk obat dan makanan, sekaligus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui pendampingan dan pengawasan dari BPOM. Dengan demikian, produk lokal dapat bersaing secara sehat dan aman di pasar nasional maupun internasional (RM)
Balai Besar POM di Padang