Semarak Peringatan World AMR Awareness Week 2024

02-12-2024 Padang Dilihat 299 kali

Salah satu upaya dalam pengendalian Resistensi Antimikroba adalah memperkuat komitmen pemerintah, petugas kesehatan, dan pelaku usaha serta penanggung jawab di sarana kefarmasian. Memanfaatkan momen Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia (World AMR Awerness Week), Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI ) bersama Unit Pelayanan Teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia mengadakan Semarak Aksi Nyata  Pengendalian Resistensi Antimikroba serta Launching Kolaborasi Program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) dengan benar (Jum’at, 29/11/2024).

Kegiatan dihadiri oleh ribuan peserta baik daring ataupun luring yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga kefarmasian dan pelau usaha dibidang farmasi seluruh Indonesia. Untuk daerah Sumatera Barat sendiri, sebanyak 40 orang perwakilan dari Pedagang Besar Farmasi (PBF), Puskesmas, Rumah Sakit, dan Apotek di Kota Padang hadir langsung di Aula Lantai 3 Kantor Balai Besar Pengawasa Obat dan Makanan (BBPOM) Padang mengikuti acara via zoom meeting dan kurang lebih 150 orang lainnya secara mandiri mengikuti kegiatan lewat daring.

Acara dibuka oleh Kepala Badan POM RI, dr. Taruna Ikrar. “Ternyata kesadaran untuk proses memanfaatkan antibiotik secara tepat sangat rendah grade nya di Indonesia ini. Karena kita melihat begitu banyaknya orang tanpa resep dokter bisa langsung mengambil antibiotik,” ujar Taruna dalam pembukaannya. “Farmasi, Apoteker harus ikuti aturan. Antibiotik tidak dapat diberikan jika tidak ada resep dokter. Berikutnya, kesadaran masyarakat sendiri melalui edukasi bahwa antibiotik bukan obat segala jenis penyakit. Antibiotik adalah obat sesuai jenis infeksinya,” lanjut Taruna. Sebagai penutup Taruna berharap dengan Semarak Aksi Nyata Pengendalian Resistensi Antimikroba ini bisa bermanfaat dengan baik.

Dalam rangkaian acara juga dilakukan Talkshow tentang Bahaya Resistensi Antimikroba, Upaya Nyata ari Regulator, Praktisi, Tenaga Kesehatan, dan Pelaku USaha di Bidang Kesehatan serta Penyebarluasan Materi Edukasi ABC+4T dengan narasumber apt.Rita Mahyona (Deputi BIdang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif), dr. Robert Sinto (Anggota Komite Pengendali Resistensi Antimikroba), dr. Arifianto (Dokter Spesialis Anak), apt. David Wijaya (Apoteker Influencer). Pembahasan cukup menarik dimulai dari apa itu antibiotik, penggunaannya yang tepat, hingga memusnahkan antibiotik yang sudah tidak digunakan atau kedaluwarsa.

Selanjutnya dilakukan secara simbolis Peluncuran Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan perwakilan sarana farmasi yang akan bekerjasama sebagai pengumpul obat kedaluwarsa atau rusak untuk dimusnahkan. Terakhir adalah pemecahan Rekor MURI Pembacaan Ikrar Pengendalian Resistensi Antimikroba yang diikrarkan oleh ribuan peserta di seluruh Indonesia.

Setiap peserta yang hadir langsung di Aula Lantai 3 BBPOM di Padang mendapatkan Banner informasi tentang Antibiotik ABC+4T. Selanjutnya Banner tersebut dapat digunakan sebagai alat edukasi/informasi kepada masyarakat yang mengunjungi sarana masing-masing. Dengan adanya tambahan peralatan alat edukasi ini diharapakan apoteker/tenaga teknis farmasi di sarana dapat menginformasikan bahwa penggunaan antibiotik tanpa resep dokter sangatlah berbahaya. Ayo cegah Resistensi Antibiotik dengan mengonsumsinya sesuai resep dokter dan bukan untuk pengobatan swamedikasi. (NTS)

Balai Besar POM di Padang

Sarana