PASAMAN BARAT – Masyarakat Nagari Langgam Sepakat, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, mendapatkan edukasi mengenai keamanan obat bahan alam melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama Tokoh Masyarakat pada Jumat (7/8/2026). Mengusung tema “Pilih dan Konsumsi Obat Bahan Alam yang Aman”, kegiatan berlangsung di kompleks Masjid Baiturrahim, Silambau, dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan sebelum memilih serta menggunakan obat dan makanan.
Sebelum rangkaian acara utama dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai pencegahan stunting yang disampaikan oleh PFM Ahli Madya BBPOM di Padang, Azfrianty. Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut menjadi sarana untuk melihat peningkatan pengetahuan peserta sekaligus mendorong penerapan informasi mengenai pencegahan stunting di lingkungan keluarga.
Kegiatan diawali dengan tari pasambahan sebagai bentuk penyambutan kedatangan Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, yang turut hadir bersama Kepala BBPOM di Padang, Irwan, S.Si., Apt., M.K.M. Kehadiran tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan keamanan obat dan makanan secara lebih dekat kepada masyarakat.
Tokoh masyarakat Nagari Langgam Sepakat, Khairul Amri, menyampaikan bahwa masyarakat pada umumnya menginginkan obat yang dapat memberikan hasil cepat ketika mengalami keluhan kesehatan. Namun, kecepatan efek tersebut tidak selalu menjadi jaminan keamanan. Karena itu, ia berharap masyarakat mendapatkan penjelasan yang tepat mengenai cara memilih obat dan makanan yang aman.
Hal senada disampaikan Sekretaris Camat Kinali, Sudirman. Ia mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kecamatan Kinali sebagai lokasi kegiatan KIE serta mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat maupun makanan. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan produk memiliki izin edar sebelum digunakan atau dikonsumsi.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Heriyanto, berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan masyarakat mengenai keamanan obat dan makanan. Ia menyoroti masih adanya produk yang dikenal masyarakat sebagai “obat dewa” atau obat yang dianggap mampu mengatasi berbagai keluhan, padahal keamanan dan kandungannya belum tentu dapat dipastikan.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, turut menjelaskan pentingnya legalitas dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, modal menjadi salah satu kebutuhan dalam membangun usaha, namun kepemilikan izin edar juga menjadi faktor penting agar produk dapat berkembang dan memperoleh kepercayaan konsumen.
Terkait obat bahan alam, Ade mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan kecepatan efek ketika memilih produk. Kebiasaan mencari obat yang dianggap cepat bekerja, seperti obat sakit kepala maupun produk yang diklaim meningkatkan stamina, perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keamanan dan legalitas produk.
“Jangan hanya mencari yang cepat reaksinya, tetapi pastikan juga aman dan jelas produknya,” pesan Ade kepada masyarakat.
Kepala BBPOM di Padang, Irwan, menjelaskan bahwa BPOM merupakan institusi yang memiliki tugas pengawasan obat dan makanan. Namun, peran tersebut tidak berhenti pada pengawasan, melainkan juga mendorong masyarakat agar mampu menjaga kesehatan serta membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.
Irwan menjelaskan bahwa obat pada dasarnya digunakan untuk mengobati penyakit, tetapi dapat menjadi racun apabila digunakan tidak sesuai dosis, aturan, dan indikasi. Ia memberikan perhatian khusus terhadap penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) yang kini menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya karena menyasar generasi muda.
Menurut Irwan, tekanan yang dihadapi anak-anak usia SMP dan SMA, seperti persoalan pergaulan, tekanan dari lingkungan sebaya, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, dapat menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan mencari pelarian melalui perilaku yang berisiko, termasuk penyalahgunaan OOT.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kehidupan sosial. Penyalahgunaan OOT dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi otak dan perilaku, serta berpotensi memicu berbagai persoalan sosial dan keamanan di lingkungan masyarakat.
Irwan mengingatkan bahwa ancaman tersebut perlu menjadi perhatian bersama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Generasi muda yang seharusnya menjadi sumber daya manusia produktif justru dapat menjadi beban apabila penyalahgunaan obat dibiarkan tanpa pencegahan sejak dini.
Untuk mencegahnya, Irwan menekankan pentingnya peran keluarga. Orang tua diharapkan tidak menambah tekanan kepada anak dengan membandingkan mereka dengan orang lain, karena setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Komunikasi yang baik, perhatian terhadap lingkungan pergaulan, serta penguatan nilai agama juga menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan anak dan remaja.
Ia juga mengajak masyarakat mengenali perubahan perilaku pada anak atau anggota keluarga yang membutuhkan perhatian, seperti mengalami tekanan atau perubahan lingkungan pergaulan. Dukungan keluarga dan pengalihan pada kegiatan positif dapat menjadi langkah awal untuk membantu mereka menghadapi persoalan secara sehat.
“Jangan sampai kita membiarkan generasi muda dirusak oleh penyalahgunaan OOT. Kita semua memiliki peran untuk mencegahnya sejak sekarang,” ujar Irwan.
Kegiatan KIE bersama Tokoh Masyarakat ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Pasaman Barat agar lebih cermat memilih obat bahan alam, obat, dan makanan yang dikonsumsi. Kolaborasi BBPOM di Padang bersama Komisi IX DPR RI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga diharapkan mampu membangun kepedulian bersama demi menjaga kesehatan masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat.
Balai Besar POM di Padang