Perencanaan Sampling Berbasis Resiko di Tahun 2016

06-01-2016 Padang Dilihat 1816 kali

Mengawali kegiatan tahun 2016, BBPOM Padang melaksanakan rapat dengan agenda prioritas sampling yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Januari 2016 di Aula BBPOM Padang. Rapat yang di pimpin oleh Kepala BBPOM Padang ini diikuti oleh bidang/sub bagian terkait yaitu Bidang Pengujian Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi, Bidang Pengujian Teranokoko, Seksi Pemeriksaan dan Sub Bagian Tata Usaha.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pembahasan draft prioritas sampling yang sudah dilaksanakan pada tanggal 17-21 November 2015 di Jakarta. Dalam kesempatan itu Kepala BBPOM Padang, Drs. Zulkifli, Apt menyampaikan bahwa  isu yang perlu digaris bawahi pada prioritas sampling 2016 yaitu kebutuhan peningkatan kapasitas laboratorium pengujian untuk beberapa parameter uji, alokasi triggered sampling untuk komoditi obat dan alokasi sampling surveillance untuk komoditas kosmetik.

 

Lebih lanjut Zulkifli menyampaikan bahwa Fokus prioritas sampling berbasis resiko menjadi sangat penting menjelang Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Karena dengan potensi keberagaman produk yang akan memenuhi pangsa pasar di Indonesia maka proses analisis resiko menjadi tahapan yang tidak boleh dikesampingkan. Selain membahas tentang prioritas sampling, juga dibahas beberapa kendala yang mungkin akan muncul dalam sampling dan pengujian di Sumatera Barat yang akan diantisipasi bersama. Akhir pertemuan disepakati berapa jumlah sampel kimia dan mikro per bulan yang akan di sampling dan diuji oleh BBPOM Padang.

 

Balai Besar POM di Padang

Sarana