Pengawasan Pangan Bersama Tim Terpadu Provinsi Sumatera Barat

15-06-2016 Padang Dilihat 1356 kali

Agar tersedianya pangan yang aman, bergizi dan bermutu harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya produsen dan konsumen, namun pemangku kepentingan seperti Pemerintah juga harus  menyiapkan regulasi agar pelaku usaha pangan dapat memahami ketentuan peraturan terkait pangan yang aman. Tidak dapat dipungkiri, dalam Bulan Suci Ramadhan ini akan banyak bermunculan pengusaha-pengusaha pangan dadakan. Harus ada langkah antisipasi agar jangan sampai produsen hanya memanfaatkan peluang pasar tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan konsumen/masyarakat.

 

Demikian beberapa arahan dari Gubernur Propinsi Sumatera Barat Prof. DR. Irwan Prayitno, M.Sc kepada Tim Terpadu Sumatera Barat, sebelum turun langsung melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pangan dan pemantauan harga di beberapa Pasar di Kota Padang pada Hari Selasa 14 Juni 2016. Dalam pemantauan tersebut juga dihadiri oleh Walikota Padang Mahyeldi ansharullah, SP., Bank Indonesia, Kepala Badan Ketahananan Pangan, Kepala Dinas Kesehatan dan SKPD terkait lainnya. Tim dari BBPOM Padang dihadiri oleh Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan, Drs. Antoni Asdi, M.Farm, dan Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, Drs. Asrianto, Apt. MM.

 

Hasil dari pengawasan pada hari selasa tersebut tidak ditemukannya formalin atau pengawet berbahaya lainnya pada ikan, daging dan tahu. Sedangkan untuk makanan pabukoan telah disidak kembali oleh gubernur dan tim, tidak ditemukan lagi makanan yang mengandung Rhodamin B seperti beberapa hari yang lalu. Kebanyakan pedagang sudah mengganti produknya dan tidak menjual lagi produk yang mengandung Rhodamin B.

 

BBPOM di Padang

Sarana