Pengawalan Program PPABK di Pasar Pakan Raba Agam

26-11-2024 Padang Dilihat 843 kali

 BBPOM Padang menyelenggarakan Pengawalan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) di Pasar Pakan Rabaa nagari Koto Kaciak Kab. Agam dalam Membangun dan mewujudkan daerah yang terbebas dari penggunaan bahan berbahaya. Pengawalan ini diadakan pada jumat (22/11/2024).

Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut wali nagari Koto Kaciak beserta perangkat nagari, LPM, Pembina Pasar dan Petugas / Fasilitator yang telah dilatih OLeh BBPOM Padang, Perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kab Agam dengan berkumpul di Aula Nagari Koto Kaciak.

Dalam sambutannya, BBPOM Padang yang disampaikan oleh Rio Mardion “menekankan pentingnya Terbebasnya bahan pangan dari bahan berbahaya merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi produk makanan sebelum diedarkan dan dikonsumsi masyarakat.”

Dengan semakin meningkatnya demand dari pasar, tanggung jawab dari Petugas Fasilitator terkai pengawasan Mandiri terhadap aspek keamanan dan Pangan menjadi utama. “

Aspek keamanan Pangan, Bebas dari bahaya yang dilarang seperti Boraks, Formaslin, Rhodamin B, dan Methanyl Yelow diawasi dan harus betul-betul  ada komitmen yang tinggi dari para pedagang, Petugas Pasar, dan komunitas pasar,” tegas rio.

Petugas BBPOM mengatakan, pertemuan kali ini membahas terkait keberlanjutan Program PPABK yang diintervensi tahun 2020 di nagari tersebut. Ia mengingatkan telah ada relawan / Fasilitator yang telah dibentuk Oleh dan dijadikan sebagai asset oleh pasar dalam melakukan pengawasn mandiri dan berkelanjutan.

Dinas Kesehtan Kab Agam menyampaikan Melalui Bapak Dodi Suparman. bahwa hingga saat Pengawasan Pasar berada di bidang kesehatan lingkungan  dan sebagai perpanjangan tangan di tunjuk puskesmas sesuai dengan locus.

“Dan saat ini Petugas puskesmas sudah memiliki District Food Inspector  (DFI) terlatih dan sudah mempunytai program kerja, dan dilakukan pengawasan terhadap pasar 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan” ujar Dodi.

“Terhadap program PPABK ini, Kami dinas kesehatan mendudkung penuh, dan mensinergikan dengan program surveillance dan mengadakan Rapid test kit” Pungkas Dodi

Sementara itu, Dinas Peradagangan menyampaikan Melalui Bapak Donfri  selaku Kepala bidang perdagangan, “program PPABK ini akan ditindaklanjuti nantinya dengan langkah turun bersama dengan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan produk yang beredar Aman dipasaran”

“Hasil dari langkah ini menjadi tindaklanjut dalam penentuan langka ditahun 2025.” Ujar don

 “Untuk Pasar Pakan Rabaa diminta untuk mereplikasi ke pasar yang lain seperti pasar Ahad dalam menyusun pembangunan dan Zona Pasar.”  Tutup Don

Pernyataan tersebut didukung oleh Pembina Pasar Bapak Herman Tanjung  dan Wali Nagari koto Kaciak BApak Syawaldi. Ia menyampaikan rasa bangga dengan adanya Program ini yang menunjukkan adanya penggunaan Bahan Berbahaya yang ada pada pangan, Setelah adanya program ini, Petugas dan masyarakat mengetahui dan tidak ditemukan lagi pada saat Intervensi”

“Namun, Pada saat ini, Saya melihat, produk yang dicurigai Masih terdapat dipasar, karena program ini belum   Maksimal Pelaksanaannya. “ ujarnya

“Perlu langkah bersama untuk mengawasi dan menjalan program ini dan mensinergikan program yang ada di pemerintah nagari.” Tambahnya

“Kenapa perlu, Ini Menyangkut Kehidupan, daan kebelanjutan serta kesehatan anak cucu kita sebagai penerus’ Tutupnya

Nantinya, BBPOM bersama dengan OPD terkai bersama melakukan edukasi dan memberikan pemahaman kepada Pedagang, Masyarakat, Konsumen serta Komunitas dan melakukan monitoring terhadap program ini.

Di depan OPD tterkait dan perangkat desa dan petugas pasar terlatih. petugas BBPOM menyampaikan harapannya agar program ini terus dilaksanakan secara mandiri demi melindungi masyarakat dari bahan kimia berbahaya yang dapat merugikan kesehatan, (RM)

Balai Besar POM di Padang

Sarana