Ditengah sulitnya lapangan kerja dan pertambahan angkatan kerja yang tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan kerja serta kemampuan pemerintah yang terbatas untuk menyerap tenaga kerja ternyata masih banyak alternatif yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk kelangsungan hidupnya bahkan punya daya tahan terhadap kondisi krisis sekalipun.
Usaha tersebut adalah Industri Rumah Tangga (IRT) yang bergerak dibidang pengolahan pangan yang tumbuh dan berkembang sangat pesat bagai jamur di musim hujan, hal ini tentu menjadi tugas dan kewajiban instansi terkait untuk melakukan pembinaan dan pengawasan agar usaha yang mereka gerakkan tetap memenuhi persayaratan perundang-undangan sehingga produk yang mereka hasilkan bermanfaat baik buat mereka maupun untuk konsumen.
Dalam kenyataanya masih banyak Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) yang belum memenuhi ketentuan baik higiene sanitasi, proses pengolahan maupun penggunaan bahan-bahan yang dikhawatirkan bahankan berbahaya untuk kesehatan. untuk itulah BBPOM sebagai institusi yang kompeten dibidang pengawasan melakukan kunjungan langsung ke lokasi industri rumah tangga pangan tersebut pada hari Kamis 1 November 2012.
IRTP yang dikunjungi berada di Kabupaten 50 Kota karena Kabupaten tersebut mempunyai IRTP cukup banyak, baik yang dibina langsung oleh Dinas Kesehatan maupun Dinas Pertanian dalam bentuk kelompok UP3HP. Saat itu Ka Sie LIK Drs. Asrianto, Apt, MM beserta Yon Firman, S.Si, Apt melakukan pembinaan langsung terhadap beberapa IRT P yang bergerak dibidang pengolahan bahan baku ubi yang diperdagangkan dengan nama Rubuik atau Kerupuk Ubi Cancang yang cukup dikenal baik di Kabupaten maupun Propinsi Sumatera Barat, dari pembinaan tersebut diharapkan kedepannya IRT tersebut dapat lebih memperhatikan aspek-aspek keamanan pangan khususnya hagiene dan sanitasi agar produk yang dikonsumsi konsumen bermutu, aman dan bergizi.
BBPOM di Padang