Monitoring dan Evaluasi Program Nagari Pangan Aman di Nagari Toboh Gadang Barat

22-06-2026 Padang Dilihat 63 kali

Padang Pariaman – BBPOM di Padang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Nagari Pangan Aman Tahun 2026 di Nagari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan efektivitas pelaksanaan program sekaligus mengukur dampak intervensi yang telah dilakukan kepada masyarakat.

Nagari Toboh Gadang Barat merupakan salah satu nagari yang menjadi sasaran intervensi Program Nagari Pangan Aman Tahun 2026. Sebelumnya, berbagai tahapan kegiatan telah dilaksanakan oleh BBPOM di Padang, mulai dari audiensi, advokasi, pelatihan kader, hingga bimbingan teknis (bimtek) kepada berbagai komunitas sasaran. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip keamanan pangan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan monitoring dan evaluasi difokuskan pada pelaksanaan fasilitasi yang telah dilakukan oleh para kader kepada komunitas yang sebelumnya mendapatkan pembekalan melalui bimtek komunitas. Kader keluarga, kader masyarakat, kader sekolah, dan kader kesehatan memaparkan berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan yang telah mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang diberikan.

Melalui sesi pemaparan tersebut, para kader menjelaskan bentuk-bentuk fasilitasi yang telah dilaksanakan, mulai dari penyampaian informasi mengenai keamanan pangan, edukasi tentang bahaya bahan berbahaya pada pangan, hingga pendampingan kepada masyarakat dalam menerapkan praktik pengolahan pangan yang aman. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana materi yang telah diberikan melalui bimtek dapat diteruskan kepada masyarakat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memaparkan capaian kegiatan, para kader juga menyampaikan berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi selama melakukan fasilitasi di lapangan. Tantangan yang muncul, baik dalam proses penyampaian informasi maupun dalam mengubah perilaku masyarakat, menjadi bahan diskusi bersama tim BBPOM di Padang. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi solusi dan strategi tindak lanjut agar kegiatan fasilitasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, BBPOM di Padang juga melakukan penilaian terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait keamanan pangan. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi gambaran keberhasilan program sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan langkah penguatan program pada periode berikutnya.

Setelah kegiatan monev fasilitasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan intensifikasi pengawasan keamanan pangan yang dilakukan oleh tim BBPOM di Padang. Pengawasan dilakukan melalui pengujian sampel pangan yang diperoleh dari kader dan komunitas di wilayah Nagari Toboh Gadang Barat.

Pengujian dilakukan menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, seperti boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.

Selain sebagai sarana pengawasan, kegiatan pengujian juga menjadi media edukasi bagi kader dan masyarakat mengenai pentingnya mengenali pangan yang aman serta bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya pada pangan. Dengan keterlibatan langsung dalam proses pengujian, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan masing-masing.

Nagari Toboh Gadang Barat sendiri juga merupakan salah satu nagari yang ditetapkan sebagai Nagari Creative Hub di Provinsi Sumatera Barat. Seiring dengan pengembangan potensi ekonomi dan UMKM di nagari tersebut, aspek keamanan pangan menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan daya saing produk lokal. Oleh karena itu, penerapan prinsip keamanan pangan yang baik diharapkan dapat mendukung lahirnya produk-produk pangan unggulan yang aman, bermutu, dan dipercaya oleh konsumen.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi serta intensifikasi pengawasan keamanan pangan ini, BBPOM di Padang berharap peran kader sebagai agen perubahan dapat semakin kuat dalam mengedukasi masyarakat. Dengan demikian, tujuan Program Nagari Pangan Aman untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, sadar, dan peduli terhadap keamanan pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.

Balai Besar POM di Padang

Sarana