Menuju Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, BBPOM Padang Dampingi Pengisian Tools Mandiri Kota Pariaman

11-06-2026 Padang Dilihat 55 kali

Dalam upaya memperkuat sistem keamanan pangan dan meningkatkan kesiapan daerah menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang melaksanakan kegiatan pendampingan pengisian tools mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman di Kota Pariaman (11/6).

Kegiatan yang berlangsung di Aula/Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kota Pariaman ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengukur sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.4/374/Bangda tentang Percepatan Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman yang mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat aspek kelembagaan, regulasi, penganggaran, serta pelaksanaan pemantauan mandiri secara berkelanjutan. Melalui program ini, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun sistem keamanan pangan yang terintegrasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna melindungi masyarakat dari risiko pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, Asisten II Kota Pariaman, Nazifah, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman. Dari BBPOM di Padang, kegiatan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, sebagai bentuk komitmen BPOM dalam mendampingi dan mengawal kesiapan Kota Pariaman menuju Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menyampaikan apresiasi kepada BBPOM di Padang atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Pariaman. Menurutnya, keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan Kota Pariaman dalam memenuhi indikator penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman.

Senada dengan hal tersebut, Asisten II Kota Pariaman, Nazifah, menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD dalam mendukung keberhasilan program keamanan pangan. Menurutnya, pengisian tools mandiri tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan penilaian, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan, tantangan, dan peluang perbaikan dalam pelaksanaan program keamanan pangan di daerah.

Dalam arahannya, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, menyampaikan bahwa keberhasilan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman membutuhkan komitmen bersama dari seluruh sektor. Keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya. Melalui kolaborasi yang baik, upaya perlindungan masyarakat dari risiko pangan yang tidak memenuhi ketentuan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Fokus utama kegiatan ini adalah pendampingan pengisian tools mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman, yaitu instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan dan capaian daerah dalam melaksanakan program keamanan pangan. Pendampingan dilakukan secara langsung oleh tim BBPOM di Padang untuk memastikan seluruh indikator dapat dipahami dan diisi secara optimal oleh perangkat daerah yang terlibat.

Instrumen tools mandiri tersebut mencakup berbagai aspek penting, antara lain kebijakan dan regulasi daerah, penguatan kelembagaan, dukungan sumber daya dan anggaran, pelaksanaan program keamanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. Hasil pengisian instrumen ini akan menjadi salah satu dasar dalam menilai kesiapan Kota Pariaman menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif dengan diskusi mengenai pemenuhan indikator, penguatan program lintas sektor, serta strategi percepatan implementasi keamanan pangan di daerah. Melalui forum ini, setiap OPD berkesempatan menyampaikan capaian, tantangan, dan rencana tindak lanjut yang dapat mendukung keberhasilan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman.

Melalui kegiatan pendampingan ini, BBPOM di Padang menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Pemerintah Kota Pariaman dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program keamanan pangan. Diharapkan, sinergi yang telah terbangun dapat memperkuat kesiapan Kota Pariaman dalam menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026 sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan terlindungi melalui akses terhadap pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Balai Besar POM di Padang

Sarana