Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Program Studi S1 Kimia Universitas Negeri Padang pada Selasa (27/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pemahaman mahasiswa terhadap peran BPOM sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi keamanan, mutu, dan khasiat obat dan makanan, sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan ilmu kimia dalam dunia kerja.
Sebanyak delapan orang mahasiswa yang didampingi dosen pembimbing mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan yang dilaksanakan di Aula Lantai 1 BBPOM di Padang. Para mahasiswa disambut oleh Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Madya, Linda Gusrini Fadri, dan PFM Ahli Madya, Hilma Hayati. Dalam pemaparannya, Linda Gusrini Fadri menjelaskan secara komprehensif tentang tugas dan fungsi BPOM, mulai dari pengawasan produk obat, makanan, kosmetik, suplemen kesehatan, hingga obat tradisional yang beredar di masyarakat.
Linda juga menekankan pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan akademisi, dalam mendukung pengawasan obat dan makanan. Melalui penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), masyarakat diharapkan lebih cermat dan bijak sebelum membeli atau menggunakan produk. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa diajak untuk menjadi agent of change yang mampu menyebarkan informasi positif serta mendukung pengawasan pre-market dan post-market, terutama di lingkungan sekitar mereka.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan oleh Hilma Hayati yang memberikan gambaran umum mengenai laboratorium BBPOM di Padang. Hilma menjelaskan peran strategis laboratorium dalam mendukung pengawasan melalui berbagai pengujian ilmiah, mulai dari uji keamanan pangan, uji mutu, hingga deteksi bahan berbahaya. Penjelasan ini memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai keterkaitan langsung antara disiplin ilmu kimia dengan tugas pengawasan obat dan makanan yang dijalankan BPOM.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Mahasiswa tampak antusias menyimak materi serta mengajukan berbagai pertanyaan, baik terkait proses pengujian laboratorium, peluang karier di BPOM, maupun tantangan pengawasan obat dan makanan di era saat ini. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat mahasiswa untuk memahami lebih jauh peran BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Sebagai penutup, mahasiswa diajak untuk meninjau langsung fasilitas laboratorium BBPOM di Padang. Dengan pendampingan dari tim laboratorium, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai alur kerja, peralatan pengujian, serta standar mutu yang diterapkan. Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan, memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengawasan obat dan makanan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat
Balai Besar POM di Padang