Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat menggelar Raimuna Daerah VII pada 17–22 November 2025 di Bumi Perkemahan Batu Gadang, Lubuk Minturun, Kota Padang. Kegiatan akbar ini diikuti oleh Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Kwartir Cabang se-Sumatera Barat.
Sebagai bagian dari rangkaian Raimuna, para peserta mendapatkan kesempatan mengunjungi berbagai Satuan Karya (SAKA), termasuk SAKA Pengawasan Obat dan Makanan (POM). Kunjungan ke SAKA POM dilaksanakan pada 19 November 2025 yang bertempat di Aula Lantai 3 Balai Besar POM di Padang. Agenda ini bertujuan memperkenalkan krida SAKA POM sekaligus nenghimbau anggota Pramuka berperan sebagai AMR Warrior untuk mendukung upaya nasional pencegahan resistensi antimikroba.
Dalam sambutannya, Andalan Bina Muda Kwarda 03 Sumbar, Kak Oki Irawan, menyampaikan apresiasi atas sambutan cepat dari BBPOM di Padang serta antusiasme tinggi peserta yang ingin mengenal SAKA POM sebagai SAKA termuda yang resmi bergabung di Gerakan Pramuka. Ia berharap kunjungan ini memberikan pemahaman awal mengenai krida dan peran SAKA POM dalam pengawasan obat dan makanan.
Selanjutnya, Ketua Mabi SAKA POM Sumatera Barat, Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm, secara resmi membuka kegiatan. Beliau menjelaskan fungsi Badan POM sebagai Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertugas mengawasi obat dan makanan sesuai amanat Perpres 80 Tahun 2017. Tiga pilar pengawasan—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—menjadikan Pramuka bagian penting dalam menjaga peredaran produk yang aman dan bermutu.Martin juga menegaskan tujuan pembentukan SAKA POM, di antaranya memperluas jangkauan pengawasan obat dan makanan, membina kecakapan dan keterampilan anggota, mencegah pelanggaran di bidang obat dan makanan, menyebarkan informasi yang benar, dan mendorong inovasi dalam pengawasan.
Pada sesi materi, yang dipaparkan oleh Ketua Mabi SAKA POM Sumatera Barat, Drs. Martin Suhendri, Apt., M.Farm, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tugas dan fungsi BPOM, sistem pengawasan full spectrum (premarket–postmarket), serta program edukasi publik melalui KIE. Peserta juga diperkenalkan pada tiga Krida SAKA POM, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan serta Krida Informasi Obat dan Makanan
Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia atau World Antimikrobial Awareness Week yang diperingati pada 18-24 November 2025, kegiatan ini juga diisi materi penting tentang resistensi antimikroba (AMR) untuk menghimbau anggota Pramuka menjadi AMR Warrior yang bijak dalam penggunaan antibiotik. Kepada setiap peserta juga dibagikan buku Cegah Resistensi Antimikroba.
Sesi diskusi berlangsung aktif. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari perbedaan dosis obat di fasilitas kesehatan dan apotek, keamanan penggunaan obat sisa resep, pengawasan produk ilegal di marketplace, penggunaan vitamin harian, hingga cara melaporkan produk tanpa izin edar.
BPOM memberikan penjelasan komprehensif, termasuk edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, cara membedakan produk palsu, serta mekanisme penindakan terhadap pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Peserta juga mendapat sesi berbagi pengalaman dari Rafif Zulfan, utusan SAKA POM Sumbar pada Raimuna Nasional di Gorontalo. Rafif menceritakan kegiatan mereka yang meliputi kunjungan ke Balai POM Gorontalo, praktik krida SAKA POM, kunjungan ke SAKA lain, hingga berbagai kegiatan kebersamaan seperti penanaman pohon dan pentas seni. Ia juga mengajak peserta Raimuna Daerah untuk bergabung dan berkontribusi melalui SAKA POM.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Mabi SAKA POM. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Pramuka dan BPOM dalam mewujudkan generasi muda yang peduli pengawasan obat dan makanan serta berperan aktif sebagai AMR Warrior demi masa depan yang lebih sehat.
Balai Besar POM di Padang