Indonesia Punya Kamu, Taruna Ikrar Ajak Mahasiswa Unand Berani Bermimpi dan Menembus Dunia

15-09-2026 Padang Dilihat 30 kali

Semangat kolaborasi dan optimisme generasi muda mewarnai kegiatan “Indonesia Punya Kamu – Connecting Generations” yang digelar Garuda TV bekerja sama dengan Universitas Andalas di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9/2026). Menghadirkan ruang pertemuan antara generasi muda, tokoh nasional, akademisi, dan dunia usaha, kegiatan ini menjadi momentum untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta perspektif mengenai peran generasi muda dalam menghadapi perubahan dan membangun masa depan Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Indonesia Punya Kamu 2026 yang di Universitas Andalas mencakup sesi Think+, Alumni Calling, Anchor Hunt, Broadcasting Class, dan Faculty Clash.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari, Direktur Business & Development Garuda TV Yuliandre Darwis, Sekretaris Utama BPOM RI, Jayadi, Deputi Bidang Penindakan BPOM RI Tubagus Ade Hidayat, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri, Direktur Penyidikan BPOM RI, Kepala BBPOM di Padang Irwan, Kepala Balai POM di Sijunjung Putra Gustianto, serta Plh. Kepala Balai POM di Payakumbuh Hilda. Hadir pula Staf Khusus Menteri Koperasi RI Wahyono, Kepala Biro Humas, TU dan TI Kementerian Koperasi RI Darmono, serta pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai sektor memperlihatkan pentingnya keterhubungan antargenerasi dan lintas institusi dalam membuka ruang kolaborasi bagi tumbuhnya gagasan dan inovasi.

Salah satu momentum penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPOM dan Kementerian Koperasi oleh Kepala BPOM RI Taruna Ikrar bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. Nota Kesepahaman tersebut berkaitan dengan pemberdayaan koperasi dalam pemenuhan aspek keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu sediaan farmasi serta pangan olahan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan koperasi yang tetap memperhatikan aspek perlindungan masyarakat serta pemenuhan ketentuan produk.

Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Andalas, Taruna Ikrar menyampaikan pesan tentang pentingnya keberanian generasi muda untuk memiliki visi yang lebih luas dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak membatasi cita-cita hanya pada lingkup nasional, tetapi terus meningkatkan kapasitas agar mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat global.

Menurut Taruna, perubahan teknologi yang berlangsung cepat menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang besar bagi generasi muda. Perkembangan kecerdasan buatan, bioteknologi, kesehatan, ekonomi digital, dan transformasi industri membuka ruang yang semakin luas bagi mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna perubahan, tetapi turut mengambil peran sebagai inovator dan pemimpin yang mampu menciptakan solusi bagi berbagai persoalan.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga memperkenalkan perspektif neuroscience leadership atau kepemimpinan berbasis neurosains. Pendekatan ini menekankan pentingnya memahami bagaimana otak manusia bekerja dalam mengambil keputusan, mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun empati, dan menggerakkan orang lain. Bagi generasi muda, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang adaptif di tengah lingkungan yang terus berubah.

“Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Otak kita memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. Latih cara berpikir, kendalikan emosi, bangun empati, dan biasakan mengambil keputusan secara rasional. Itulah salah satu fondasi neuroscience leadership,” kata Taruna.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun growth mindset, karakter, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, dan manajemen risiko. Generasi muda diharapkan memiliki kemauan untuk terus belajar, berani keluar dari zona nyaman, dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak.

Semangat tersebut juga diperkuat melalui hubungan antara BPOM dan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan dunia akademik diarahkan untuk mendukung penguatan world-class research, world-class regulator, evidence-based policy, dan regulatory agility. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, regulasi, dan inovasi agar dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Lebih dari sekadar kegiatan berbagi pengalaman, “Indonesia Punya Kamu – Connecting Generations” menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat lintas generasi. Bagi mahasiswa, momentum ini membuka wawasan mengenai berbagai peluang kontribusi di masa depan. Sementara bagi para institusi dan pemangku kepentingan, pertemuan tersebut memperkuat pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Indonesia punya kamu. Masa depan Indonesia dibangun dari keberanian untuk belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan menghadirkan karya.

Balai Besar POM di Padang

Sarana