Balai Besar POM di Padang menyelenggarakan Forum Komunikasi Pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO) sebagai tindak lanjut hasil pemantauan pelaporan melalui aplikasi e-MESO hingga 30 September 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 BBPOM di Padang dan diikuti oleh Penanggung Jawab Farmakovigilans dari berbagai rumah sakit dan klinik di Sumatera Barat (6/11).
Kepala Balai Besar POM di Padang, Martin Suhendri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa risiko efek samping obat merupakan isu penting yang perlu menjadi perhatian seluruh tenaga kesehatan. “Reaksi obat yang merugikan dapat berdampak pada timbulnya masalah medis serius, hingga menyebabkan rawat inap, bahkan kematian. Karena itu, kewaspadaan dan pelaporan sangatlah penting,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tidak ada obat yang benar-benar aman untuk semua orang. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) diharapkan aktif melakukan identifikasi, pencatatan, dan pelaporan setiap dugaan ESO melalui sistem nasional farmakovigilans untuk mendukung deteksi dini risiko keamanan obat.
Farmakovigilans sendiri merupakan bagian dari standar pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes No. 72, 73, dan 74 Tahun 2016, serta Permenkes No. 34 Tahun 2021, yang juga menjadi elemen penilaian akreditasi rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Namun, kewenangan tindak lanjut hasil evaluasi keamanan obat berada pada Badan POM, termasuk pemberian peringatan keamanan, perubahan informasi label, hingga pelarangan peredaran produk apabila manfaatnya dinilai tidak sebanding dengan risikonya.
“Pelaksanaan farmakovigilans membutuhkan kolaborasi lima unsur utama: pemerintah, industri farmasi, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” tambah Martin. “Sinergi ini diperlukan agar perlindungan masyarakat terhadap risiko efek samping obat dapat berjalan optimal.”
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi kepada Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang aktif melaporkan KTD/ESO, foto bersama, serta pemaparan materi mengenai manfaat pelaporan farmakovigilans oleh Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Fadhilah Rahmi, dan hasil pemantauan pelaporan e-MESO oleh PFM Ahli Madya BBPOM di Padang, Dilla Shavera.
Melalui forum ini, diharapkan semangat dan komitmen Fasyankes dalam pelaporan KTD/ESO semakin meningkat, sehingga masyarakat memperoleh perlindungan yang lebih baik terhadap risiko efek samping obat.
Balai Besar POM di Padang