Program Desa Pangan Aman terus dikawal agar manfaatnya tidak berhenti setelah intervensi selesai. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Kegiatan Pengawalan Program Desa/Nagari Pangan Aman Kabupaten Solok Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Selasa (8/9), dengan melibatkan tiga nagari yang telah mendapatkan intervensi pada tahun 2025, yaitu Nagari Aia Batumbuak, Batang Barus, dan Koto Gaek Guguak.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPOM di Padang, Irwan, S.Si., Apt., M.K.M., yang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah nagari dan seluruh pihak yang terus menjaga keberlanjutan program. Menurutnya, pangan aman merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Dalam arahannya, Irwan menegaskan bahwa pengawalan yang dilakukan bukan sekadar evaluasi, melainkan bagian dari keberlanjutan program agar praktik pangan aman tetap diterapkan setelah intervensi berakhir. Keberhasilan Desa Pangan Aman tidak hanya dilihat dari terlaksananya rangkaian kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan yang telah diberikan mampu menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat.
“Intervensi bukanlah akhir dari program, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya pangan aman. Kader tidak berhenti bergerak setelah kegiatan selesai, dan pemerintah nagari diharapkan menjadi penggerak keberlanjutan program,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.
Keberlanjutan tersebut membutuhkan peran aktif pemerintah nagari dalam mendukung Kader Keamanan Pangan, pelaku usaha pangan, rumah tangga, serta kelompok masyarakat. Kader diharapkan tetap menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah nagari dan BBPOM di Padang melalui kegiatan edukasi, pemantauan, serta penyampaian informasi mengenai praktik pangan yang aman.
Penguatan peran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian nagari. Program Desa Pangan Aman diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat mengenai pangan aman, sekaligus mendorong terbentuknya kader dan komunitas yang mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri.
Dalam kegiatan pengawalan ini, peserta juga mendapatkan Penyegaran Program Nagari Pangan Aman yang mengingatkan kembali tujuan, peran kader, serta keberlanjutan kegiatan di tingkat nagari. Materi tersebut menjadi pengingat bahwa penerapan pangan aman perlu hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pemilihan bahan pangan, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian.
Pesan “Produk Pangan Aman, Masyarakat Nyaman” turut menjadi bagian dari edukasi yang diberikan. Masyarakat diharapkan semakin cermat dalam memilih pangan dengan memperhatikan informasi pada kemasan, izin edar, kondisi produk, serta tanggal kedaluwarsa. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih tepat ketika membeli dan mengonsumsi pangan olahan.
Selain pangan, kegiatan juga memperluas wawasan peserta melalui materi cerdas memilih dan menggunakan kosmetik yang aman. Edukasi ini penting mengingat kosmetika merupakan produk yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat dengan beragam kebutuhan. Pemahaman mengenai legalitas, informasi produk, serta cara penggunaan yang tepat membantu konsumen lebih bijak sebelum membeli dan menggunakan kosmetika.
Melalui rangkaian materi tersebut, masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu meneruskannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Kader Keamanan Pangan Desa/Nagari memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan tersebut karena mereka merupakan bagian dari masyarakat yang telah memperoleh pembekalan dan memiliki pemahaman mengenai pangan aman.
Keberlanjutan Desa Pangan Aman juga membutuhkan keterpaduan peran antara BBPOM di Padang, pemerintah daerah, pemerintah nagari, kader, pelaku usaha, tokoh masyarakat, PKK, serta masyarakat. Integrasi kegiatan pangan aman dengan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan di nagari dapat membuat gerakan tersebut semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi pelaku usaha pangan, keberlanjutan program juga diarahkan pada penerapan higiene dan sanitasi serta pemenuhan ketentuan keamanan pangan. Dengan praktik produksi yang semakin baik, pelaku usaha dapat menyediakan pangan olahan yang memenuhi persyaratan sekaligus memberikan pilihan produk yang lebih dapat dipercaya oleh konsumen.
Pengawalan terhadap Nagari Aia Batumbuak, Batang Barus, dan Koto Gaek Guguak menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa intervensi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya terus memberikan manfaat. Dari kader yang aktif menyampaikan edukasi hingga masyarakat yang semakin cermat memilih produk, keberlanjutan program diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pengawalan secara berkelanjutan, BBPOM di Padang bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Solok terus menjaga keberlangsungan gerakan Desa/Nagari Pangan Aman. Dari nagari, pengetahuan tentang pangan aman dapat terus menyebar ke keluarga dan komunitas, sehingga tercipta masyarakat yang semakin cerdas dalam memilih pangan dan kosmetika serta semakin terlindungi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Balai Besar POM di Padang