BPOM RI dan RSUP Dr. M. Djamil Padang Perkuat Hilirisasi Riset Obat dan Obat Bahan Alam

18-09-2026 Padang Dilihat 39 kali

PADANG – Upaya mendorong hasil penelitian kesehatan menuju tahap pengembangan produk mendapat momentum melalui rangkaian agenda di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026). Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan RSUP Dr. M. Djamil Padang tentang Hilirisasi Penelitian dalam Rangka Pengembangan Obat dan Obat Bahan Alam.

Bertempat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, acara diawali dengan sambutan dan paparan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG(K), MARS. Ia memaparkan transformasi rumah sakit yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pendidikan, riset, dan pengampuan. Riset menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan sekaligus pusat pengetahuan dan inovasi kesehatan.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, yang menyampaikan peran BWS Sumatera V melalui pembangunan Sumur Bor RSUP Dr. M. Djamil Padang. Berikutnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan dan pengembangan berbagai sektor di Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, termasuk menghadirkan pelayanan yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam pembangunan kesehatan. Rumah sakit, lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri, regulator, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem kesehatan yang mampu mendorong inovasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menjembatani Hasil Riset dengan Pengembangan Produk

Setelah rangkaian sambutan, agenda berlanjut pada penandatanganan PKS antara BPOM RI dan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Dalam pelaksanaan agenda di Padang, BPOM RI diwakili oleh Kepala BBPOM di Padang, Irwan, bersama Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas.

PKS tersebut menjadi landasan bagi kedua pihak dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian, khususnya di bidang obat dan obat bahan alam. Ruang lingkupnya mencakup pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi serta pendampingan pengembangan obat dan obat bahan alam.

Dari sisi regulatori, BPOM RI berperan melalui asistensi regulasi, verifikasi hasil riset yang memiliki potensi untuk dihilirkan melalui fitur BRIDGE, konsultasi dan asistensi penyusunan protokol serta pelaksanaan uji praklinik dan uji klinik, hingga pendampingan dalam proses pendaftaran izin edar.

Sementara itu, RSUP Dr. M. Djamil Padang berperan menyampaikan hasil riset yang berpotensi untuk dikembangkan, memfasilitasi keterlibatan fasilitas uji sesuai ketentuan, serta menyampaikan perkembangan penelitian.

Pembagian peran tersebut mempertemukan kapasitas penelitian rumah sakit dengan fungsi regulatori BPOM RI. Keterhubungan ini diharapkan dapat memberikan jalur yang lebih jelas bagi hasil riset potensial untuk memasuki tahapan pengembangan berikutnya.

Hilirisasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai temuan ilmiah. Melalui proses yang terarah, hasil riset dapat dipersiapkan dengan memperhatikan keamanan, khasiat/manfaat, mutu, serta persyaratan yang berlaku.

Pendampingan dari tahap awal turut memberikan ruang bagi peneliti untuk memahami kebutuhan regulatori sekaligus mempersiapkan hasil penelitian secara lebih sistematis sebelum memasuki tahapan pengujian dan pendaftaran produk.

Memperluas Jejaring Inovasi Kesehatan

Dalam rangkaian yang sama, RSUP Dr. M. Djamil Padang turut menandatangani PKS dengan PT Bio Farma (Persero) dan PT Kimia Farma Tbk. Kehadiran mitra industri melengkapi jejaring yang mempertemukan institusi pelayanan dan penelitian, regulator, serta dunia usaha dalam mendukung pengembangan inovasi kesehatan.

Agenda berikutnya diisi dengan presentasi progres Interferon-Gamma Release Assay (IGRA) oleh dr. Andani Eka Putra. Paparan tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan kapasitas riset di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa proses hilirisasi membutuhkan keterhubungan antara penelitian, pelayanan kesehatan, regulasi, dan industri. Dalam konteks inilah PKS BPOM RI dan RSUP Dr. M. Djamil Padang menjadi salah satu langkah untuk membangun jembatan antara hasil riset dan tahapan pengembangan produk.

Pada akhirnya, hasil penelitian yang memiliki potensi diharapkan dapat dikembangkan secara lebih sistematis dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu, sehingga peluang pemanfaatannya bagi masyarakat semakin terbuka.

Melalui sinergi riset dan regulasi, inovasi kesehatan didorong untuk bergerak dari hasil penelitian menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Balai Besar POM di Padang

Sarana