Dalam rangka mendorong percepatan hilirisasi hasil riset dan penguatan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI bersama BBPOM di Padang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Standardisasi Produk Inovasi serta Tinjau Lapang Produksi Tepung Biji Karet sebagai Bahan Baku Pangan (2/4) di Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan produk inovasi hasil penelitian mampu memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat sebelum diproduksi dan dipasarkan secara luas.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si., yang menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penguatan hilirisasi inovasi pangan. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pemanfaatan hasil riset menjadi produk yang bernilai tambah dan siap bersaing. Kegiatan turut dihadiri oleh akademisi dan peneliti yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dan diskusi.
Materi utama disampaikan oleh Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI, Dra. Dwiana Andayani, Apt., secara daring, yang menekankan pentingnya akselerasi hilirisasi riset menuju produk pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Dalam paparannya, disampaikan bahwa standardisasi menjadi kunci utama agar inovasi tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat bertransformasi menjadi produk yang memenuhi persyaratan regulasi dan diterima oleh industri.
Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, S.Si., Apt., M.Farm., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi standardisasi keamanan, mutu, dan manfaat produk inovasi pangan olahan dalam mendukung program pemerintah terkait hilirisasi riset. Saat ini, BPOM tengah melakukan pengkajian terhadap inovasi tepung biji karet yang dikembangkan oleh peneliti Universitas Andalas, sebagai dasar dalam penyusunan standar produk serta pemberian persetujuan penggunaannya sebagai bahan baku pangan.
Pengkajian yang dilakukan tidak hanya melalui telaah dokumen, tetapi juga melalui verifikasi lapangan terhadap proses produksi di laboratorium. Tinjau lapang menjadi tahapan penting untuk memperoleh data yang komprehensif sekaligus memastikan bahwa proses produksi telah sesuai dengan prinsip keamanan pangan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Novizar Nazir selaku peneliti inovasi tepung biji karet memaparkan hasil kajian terkait aspek keamanan bahan baku biji karet sebagai alternatif pangan. Diskusi interaktif yang melibatkan akademisi dan peneliti turut memperkaya perspektif serta membuka peluang pengembangan inovasi lanjutan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini menegaskan bahwa tantangan dalam pengembangan produk inovasi tidak hanya terletak pada aspek riset, tetapi juga pada kesiapan dalam memenuhi standar regulasi. Tanpa standardisasi yang memadai, produk inovasi akan sulit memperoleh kepercayaan masyarakat maupun diterima oleh industri. Dalam konteks ini, BPOM berperan tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang aktif mendampingi proses hilirisasi melalui penyusunan standar dan pembinaan teknis.
BBPOM di Padang juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Andalas atas konsistensinya dalam menghasilkan inovasi berbasis sumber daya lokal. Tepung biji karet dinilai sebagai salah satu inovasi potensial yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Namun demikian, aspek keamanan dan mutu tetap menjadi prioritas utama guna menjamin perlindungan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.
Lebih lanjut, ditekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mempercepat adopsi inovasi oleh industri. Pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari tahap penelitian, proses produksi, hingga pemenuhan persyaratan registrasi, menjadi kunci dalam membangun ekosistem inovasi pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi tepung biji karet oleh tim Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI bersama peneliti dan tim BBPOM di Padang. Hasil pengamatan ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dan teknis dalam penyusunan standar produk.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Padang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi para inovator di daerah. Ke depan, diharapkan semakin banyak produk inovasi pangan yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aman, bermutu, siap diproduksi secara massal, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Balai Besar POM di Padang