Padang Pariaman, 24 November 2025 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang mendesak Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk segera mempercepat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik tahun 2025 dan penerbitan Surat Keputusan (SK) Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan (TKPOM). Desakan ini disampaikan dalam audiensi strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM di Padang, Drs. Martin Suhendri, Apt, M.Farm, di ruang kerja Bupati Padang Pariaman pada Senin (24/11).
Audiensi ini dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman, Dr. Jhon Kenedi Aziz, S.H., M.H., bersama jajaran Kepala Dinas terkait, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Dinas Pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, kepala BBPOM di Padang, Drs. Martin Suhendri, Apt, M.Farm memaparkan progres realisasi DAK Non-Fisik tahun 2024 dan 2025 hingga bulan November 2025. BBPOM menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan capaian realisasi anggaran tersebut sebelum akhir tahun.
Poin krusial lain yang dibahas adalah rencana aksi kegiatan terkait kegiatna bersama yang tergabung dalam SK TKPOM Kabupaten Padang Pariaman. TKPOM dianggap sebagai kunci penguatan koordinasi lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Padang Pariaman, Dr. Jhon Kenedi Aziz (JKA), menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman untuk bersinergi.
“Kami mendukungan penuh terhadap penguatan koordinasi lintas sektor melalui SK TKPOM. SK dan di percepat agar Tim dapat bekerja secara optimal, terutama dalam menangani isu kesehatan publik seperti Antimikroba Resistance (AMR).” Ujar JKA
“Dan kita akan lakukan aksi penyebaran informasi dan kominukasi Informasi dan Edukasi Kepada pedagang dan UMK untuk naik kelas dan mendapatka no izin edar PIRT dan MD agar produk lebih bermutu dan berdaya bersaing.”
Sementara itu, Selain masalah teknis anggaran, audiensi juga membahas keberlanjutan program strategis nasional yang pernah diintervensi pada tahun 2022, yaitu Desa Pangan Aman, Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. BBPOM Padang berharap model intervensi di Nagari Pakandangan, Sikabu, Tandikek Selatan, serta Pasar Pakandangan dan sembilan sekolah yang menjadi pilot project dapat direplikasi dan diimbaskan ke wilayah lain di Kabupaten Padang Pariaman melalui Surat Edaran (SE) Bupati.
Disesi akhir diskusi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Efri Yeni, M.Kes, turut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi melalui TKPOM, termasuk aksi pengendalian AMR yang akan ditindaklanjuti.
Balai Besar POM di Padang