BBPOM di Padang Laksanakan Pengawalan Program Desa Pangan Aman Tahun 2024 Secara Virtual

09-09-2025 Padang Dilihat 218 kali

Padang, 4 September 2025 – Dalam upaya memastikan keberlanjutan program serta memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang aman pangan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menyelenggarakan kegiatan Pengawalan Program Desa Pangan Aman melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh Tim dan Kader Keamanan Pangan Desa dari berbagai wilayah intervensi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

Peserta kegiatan berasal dari delapan wilayah yang telah mendapatkan intervensi program sebelumnya, mencakup Kelurahan Cupak Tangah, Cangkeh, dan Andalas dari Kota Padang, Desa Sipora Jaya dan Bukit Pamewa dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, serta Nagari Lubuk Gadang Selatan, Alam Pauh Duo, dan Padang Limau Sundai dari Kabupaten Solok Selatan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Balai Besar POM di Padang, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Muda, Yon Firman. Dalam sambutannya, Yon Firman menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan program yang telah dijalankan, dengan tujuan untuk memastikan bahwa upaya peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan pangan tetap berjalan secara mandiri, berkelanjutan, dan menjadi budaya di tengah masyarakat desa.

“Desa Pangan Aman bukan hanya tentang intervensi sesaat, tetapi bagaimana masyarakat bisa mandiri dan terus menjaga serta meningkatkan kualitas pangan yang mereka konsumsi sehari-hari. Pengawalan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa hal itu benar-benar terwujud,” ujar Yon Firman.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi mengenai strategi dan langkah-langkah dalam melakukan pengawalan Desa/Nagari/Kelurahan Pangan Aman. Materi disampaikan oleh tim teknis BBPOM di Padang yang menekankan pentingnya peran aktif kader dan perangkat desa dalam mengedukasi masyarakat, melakukan pemantauan terhadap potensi bahaya pangan, serta menjaga kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.

Acara kemudian memasuki sesi presentasi dari masing-masing desa, di mana para kader memaparkan secara langsung berbagai kegiatan dan inisiatif yang telah mereka lakukan secara mandiri sejak program intervensi berakhir. Beberapa desa menunjukkan inovasi yang cukup menarik, seperti penyuluhan rutin kepada masyarakat, serta integrasi program keamanan pangan dengan kegiatan PKK dan Posyandu.

Sesi ini menjadi ajang berbagi pengalaman antar wilayah, memperlihatkan bahwa meskipun kondisi geografis dan sosial ekonomi tiap desa berbeda, namun semangat dan komitmen terhadap keamanan pangan tetap sama kuatnya.

Menjelang akhir kegiatan, peserta diajak mengikuti sebuah kuis interaktif seputar keamanan pangan. Meskipun dilakukan secara daring, semangat dan antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Kuis ini sekaligus menjadi sarana evaluasi ringan terhadap pemahaman kader setelah mengikuti seluruh rangkaian materi.

Kegiatan pengawalan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Banyak yang mengapresiasi inisiatif BBPOM di Padang untuk terus menjaga komunikasi dan pendampingan, meskipun program intervensi utama telah selesai.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, BBPOM di Padang berharap bahwa semangat menjaga pangan aman tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang di masing-masing wilayah, dan mampu menjadi model bagi desa-desa lainnya di Sumatera Barat. (sr)

Balai Besar POM di Padang

Sarana