BBPOM di Padang Gelar KIE Farmakovigilans untuk Perkuat Pemantauan Keamanan Obat

10-03-2026 Padang Dilihat 1183 kali

Dalam upaya meningkatkan pemantauan keamanan obat serta mendorong pelaporan efek samping obat oleh tenaga kesehatan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Farmakovigilans pada Selasa (10/3). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu luring di Aula Lantai 3 BBPOM di Padang dan daring melalui Zoom Meeting, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat.

Peserta luring berasal dari puskesmas, klinik, dan rumah sakit di Padang, sementara peserta daring berasal dari beberapa daerah di wilayah pengawasan BBPOM di Padang, antara lain Solok, Padang Panjang, Pariaman, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok Selatan, serta Kabupaten Pesisir Selatan.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, S.Si., Apt., M.Farm., menegaskan bahwa potensi risiko akibat penggunaan obat menjadi perhatian penting bagi pasien, tenaga kesehatan, industri farmasi, maupun regulator. Reaksi obat yang tidak diinginkan dapat menimbulkan berbagai permasalahan medis, mulai dari gangguan kesehatan hingga kondisi serius yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Risiko tersebut dapat terjadi akibat kesalahan dosis, ketidaktepatan indikasi, kesalahan penggunaan obat, maupun efek samping yang muncul setelah obat digunakan.

Farmakovigilans merupakan sistem pemantauan keamanan obat yang dilakukan secara berkelanjutan setelah obat beredar di masyarakat. Melalui sistem ini, laporan kejadian tidak diinginkan dan efek samping obat dapat dihimpun dan dianalisis untuk menilai keseimbangan manfaat dan risiko suatu obat. Hasil pemantauan tersebut dapat menjadi dasar bagi regulator dalam mengambil langkah pengendalian, seperti pembaruan informasi keamanan obat hingga tindakan regulatori lainnya.

Pada kegiatan ini, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Rosmadeli, SKM., M.Biomed., menyampaikan materi mengenai peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan farmakovigilans serta pentingnya pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan Efek Samping Obat (ESO). Selanjutnya, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Padang, Dilla Shavera, S.Farm., Apt., M.Biomed., memberikan pemaparan terkait tata cara pelaporan KTD/ESO melalui sistem e-MESO serta simulasi pengisian laporan.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Padang berharap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin aktif melakukan pemantauan serta pelaporan efek samping obat. Partisipasi aktif tenaga kesehatan sangat penting dalam membangun basis data keamanan obat yang akurat, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Dengan sistem farmakovigilans yang kuat, risiko efek samping obat dapat dideteksi lebih dini dan ditangani secara tepat

Balai Besar POM di Padang

Sarana