Padang Aro Solok Selatan_Galamai. Program keamanan pangan terpadu yang merupakan program prioritas nasional merupakan salah satu upaya Badan POM agar pangan aman dikonsumsi sampai tingkat perorangan. Namun tentu Badan POM tidak mungkin berjalan sendirian mengingat masalah pangan sangat komplek. Apalagi program ini sesungguhnya adalah program inisiatif dengan tujuan dapat diadopsi dan direplikasi oleh daerah secara mandiri.
Advokasi program keamanan pangan terpadu di daerah intervensi, dilaksanakan untuk menjabarkan program ini secara rinci ke pemerintah daerah disamping juga meminta masukan dan mencari sinergitas yang dapat dilakukan antara program keamanan pangan terpadu ini dan program pemerintah daerah terkait keamanan pangan.
Untuk Kabupaten Solok Selatan yang merupakan Kabupaten Intervensi tahun 2024, kegiatan Advokasi telah dilakukan pada tangga 29 April 2024 bertempat di Hotel Pesona Alam Sangit Padang Aro Solok Selatan. Kegiatan yang dihadiri oleh Dinas terkait, Camat, Wali Nagari intervensi, Kepala Sekolah dan pengelola pasar.
Acara dibuka oleh Kepala BBPOM di Padang Abdul Rahim berharap agar program ini tidak hanya sekedar seremonial belaka, karena intervensi dari Balai Besar POM di Padang hanya selama 1 (satu) tahun, selanjutnya diharapkan ada keberlanjutan melalui komitmen pemerintah daerah, camat, Wali Nagari, Kepala Sekolah tentu dengan dukungan dari Dinas terkait. Demikian pentingnya program ini sehingga ditetapkan sebagai program prioritas nasional oleh pemerintah.
Beliau juga menginformasikan lokus-lokus yang akan menjadi sasaran program Keamanan Pangan Terpadu antara lain untuk desa pangan aman : Nagari Alam Pauh Duo, Nagari Lubuak Gadang Selatan & Nagari Padang Limo Sundai, Pasar : Pasar Padang Aro. Untuk Sekolah ada 8 Sekolah : SDN 04 Sungai Gading, SDN 05 Pasar Muaro Labuah, SMP 1 Solok Selatan, SMP 14 Solok Selatan, SMP 4 Solok Selatan MTsN 2 Solok Selatan, SMKN 1 Solok Selatan dan MAN 1 Solok Selatan
Pemaparan program keamanan pangan terpadu desa pangan aman, pangan jajanan anak usia sekolah dan pasar aman bahan berbahaya berbasis komunitas disampaikan oleh Linda Gusrini Fadri Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya. Sementara dari daerah Bappeda oleh Taufik Effendi .
Kegiatan advokasi ditutup oleh Assisten II Solok Selatan, Taufik Effendi menyampaikan terima kasih kepada BBPOM Padang yang telah memberikan kepercayaan menunjuk Kabupaten Solok Selatan sebagai salah satu lokus intervensi dalam program keamanan pangan terpadu.
Pada kegiatan ini juga ditandatangani komitmen dukungan dari pemerintah Kabupaten Solok Selatan serta oleh semua peserta advokasi yang hadir.(LGF)
Balai Besar POM di Padang