BBPOM di Padang Bersama DPR RI dan Pemerintah Kota Pariaman Perkuat Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

06-06-2026 Padang Dilihat 63 kali

Upaya melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat terus menjadi perhatian bersama. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang bersama Ade Rezki Pratama menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat di Kota Pariaman, (6/6). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Pariaman ini turut dihadiri oleh Yota Balad dan Anggota DPRD Kota Pariaman, Hamdani serta ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT), yaitu obat yang memiliki manfaat medis apabila digunakan sesuai aturan, namun dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius apabila disalahgunakan. Penyalahgunaan OOT menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada gangguan kesehatan fisik maupun mental, bahkan berpotensi menimbulkan ketergantungan, terutama pada kelompok usia remaja dan generasi muda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BBPOM di Padang dan DPR RI dalam menghadirkan edukasi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan obat memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat itu sendiri. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus membangun budaya penggunaan obat yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Sebagai tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama yang hadir secara langsung memberikan paparan mengenai Obat-Obat Tertentu dan berbagai risiko yang dapat muncul apabila obat digunakan tidak sesuai ketentuan. Ia menegaskan bahwa edukasi merupakan langkah penting dalam mencegah penyalahgunaan obat di tengah masyarakat. Menurutnya, semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan risiko obat, maka semakin besar pula peluang untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat serta bahaya yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan obat. Dalam sesi dialog interaktif, Elyunaida mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih dan menggunakan produk obat maupun makanan. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam melakukan pengawasan, terutama terhadap anak dan remaja yang rentan terpapar informasi maupun perilaku yang mengarah pada penyalahgunaan obat.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan pameran edukatif yang menampilkan berbagai contoh produk obat dan makanan ilegal, produk tanpa izin edar, produk yang mengandung bahan kimia obat secara ilegal, serta produk yang mengandung bahan berbahaya. Pameran tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk mengenali ciri-ciri produk yang tidak memenuhi ketentuan dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, BBPOM di Padang juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengecekan legalitas produk obat dan makanan, memverifikasi nomor izin edar, memperoleh informasi keamanan produk, hingga menyampaikan pengaduan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Pengenalan aplikasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena dinilai memudahkan masyarakat dalam menjadi konsumen yang cerdas dan waspada.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta terkait penggunaan obat, keamanan pangan, serta upaya pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu. Antusiasme peserta menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya informasi yang benar mengenai obat dan makanan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan.

Melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi ini, BBPOM di Padang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat secara rasional dan bertanggung jawab. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan produk obat dan makanan. Dengan pengetahuan yang memadai serta kepedulian bersama, diharapkan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu dapat dicegah sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan terlindungi.

Balai Besar POM di Padang

Sarana