Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

25-05-2026 Padang Dilihat 56 kali

Sebagai bentuk komitmen dalam melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat, BBPOM di Padang menyelenggarakan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) pada 25 Mei 2026 di Kantor BBPOM di Padang. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran, kewaspadaan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mencegah penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu yang dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan serta masa depan generasi muda.

Aksi nasional tersebut diikuti oleh sebanyak 244 peserta, yang terdiri dari 84 peserta secara luring dan 160 peserta secara daring. Peserta berasal dari berbagai unsur strategis, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparat Penegak Hukum, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, media massa, hingga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun sinergi dan memperluas upaya pencegahan penyalahgunaan OOT di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida, menegaskan bahwa penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu merupakan isu yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. Obat yang seharusnya digunakan untuk tujuan pengobatan dapat menimbulkan dampak kesehatan yang berbahaya apabila digunakan tidak sesuai indikasi, dosis, maupun ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkesinambungan serta keterlibatan aktif seluruh pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat peran masing-masing pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan OOT. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, organisasi profesi, pelaku usaha, media, hingga organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi yang benar serta membangun budaya penggunaan obat yang rasional di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol keseriusan seluruh pihak dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu. Selanjutnya, peserta memperoleh berbagai materi edukatif yang membahas karakteristik OOT, risiko penyalahgunaan, dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis melalui sesi dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan dan strategi pencegahan penyalahgunaan obat. Beragam pertanyaan dan masukan yang disampaikan menunjukkan tingginya perhatian serta kepedulian peserta terhadap isu penyalahgunaan OOT yang saat ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Selain meningkatkan literasi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antarinstansi dan pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengawasan dan pencegahan yang efektif, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti remaja dan generasi muda.

Melalui Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu ini, BBPOM di Padang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab semakin meningkat. Dengan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh pihak, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan OOT dapat berjalan lebih optimal sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan terlindungi, serta generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan obat.

Balai Besar POM di Padang

Sarana